Inovasi Pembelajaran Biologi: Model "Think, Talk, and Write" Sukses Dongkrak Keaktifan Siswa SMAN 1 Kendari
Berita 67 views

Inovasi Pembelajaran Biologi: Model "Think, Talk, and Write" Sukses Dongkrak Keaktifan Siswa SMAN 1 Kendari

Administrator Senin, 6 April 2026

KENDARI – Dalam upaya terus meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas, salah satu guru Biologi SMA Negeri 1 Kendari, Erlina, S.Pd, berhasil melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang membawa perubahan signifikan bagi siswa kelas X MIPA-3. Penelitian yang berlangsung selama tiga bulan ini fokus pada materi Virus, sebuah topik yang sering kali dianggap kompleks oleh siswa. Melalui model pembelajaran Think, Talk, and Write (TTW), Erlina membuktikan bahwa suasana kelas yang pasif bisa berubah menjadi dinamis dan penuh kreativitas. Mengatasi Tantangan Belajar di Kelas Sebelum penelitian ini dilakukan, data menunjukkan bahwa tingkat keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan secara lisan hanya mencapai 31,25%. Banyak siswa cenderung pasif dan hanya menunggu materi dari guru.

Rendahnya minat baca dan terbatasnya sarana buku wajib menjadi tantangan utama yang harus dipecahkan. "Siswa perlu didorong untuk tidak sekadar duduk dan mendengar. Mereka harus membangun pemahaman mereka sendiri," ujar Erlina dalam laporannya. Apa itu Model Think, Talk, and Write (TTW)? Model TTW yang diterapkan

Erlina terdiri dari tiga tahapan utama yang dirancang untuk mengasah otak, kemampuan berkomunikasi, dan keterampilan menulis siswa: Think (Berpikir): Siswa diberi kesempatan untuk memikirkan solusi atau ide secara individu melalui lembar kerja. Talk (Berbicara): Siswa berdiskusi dalam kelompok heterogen untuk saling berbagi jawaban dan beradu argumen secara sehat. Write (Menulis): Hasil diskusi kemudian dituangkan dalam tulisan dengan bahasa mereka sendiri, lalu dipamerkan di dinding kelas melalui metode gallery walk. Hasil Luar Biasa: Dari Pasif Menjadi Aktif

Penelitian yang dilaksanakan dalam dua siklus ini menunjukkan tren kenaikan yang menggembirakan: Siklus I: Siswa mulai beradaptasi dengan model baru. Meskipun masih ada kendala waktu dan rasa kurang percaya diri, rata-rata nilai kelas meningkat menjadi 71,2. Siklus II: Terjadi lompatan signifikan. Kelancaran mengemukakan pendapat dan keberanian bertanya mencapai angka 90%. Rata-rata prestasi belajar siswa pun melonjak hingga mencapai angka 84. Hasil angket menunjukkan 100% siswa merasa senang dengan metode pembelajaran ini karena mereka merasa lebih kreatif dan tidak bosan di dalam kelas.

Dukungan dari Pihak Sekolah Kepala SMA Negeri 1 Kendari, Ruslan, S.Pd., M.Si., memberikan apresiasi tinggi terhadap laporan PTK ini. Beliau berharap inovasi seperti yang dilakukan oleh Ibu Erlina dapat menginspirasi guru-guru lain di SMAN 1 Kendari untuk terus melakukan pendekatan kreatif demi mewujudkan Active Learning. Dengan keberhasilan ini, diharapkan model Think, Talk, and Write dapat terus dikembangkan pada materi-materi lain, sehingga siswa SMAN 1 Kendari tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga terampil dalam berpikir kritis dan berkomunikasi di depan publik.

Penulis: Tim Humas SMAN 1 Kendari

Sumber: Laporan PTK Erlina, S.Pd (2020)

Berita Terkait